Sabtu, 28 April 2012

ILMU BUDAYA DASAR

Bab 5 Ilmu Budaya Dasar (MANUSIA DAN PENDERITAAN)

 1. MANUSIA DAN PENDERITAAN

        Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra. Derita artinya menanggung Pengertian Penderitaan atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Siksaan yang sifatnya psikis misalnya: SIKSAAN Kebimbangan : dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang akan diambil. Kesepian : dialami seseorang yang merasa kesepianwalaupun berada di lingkungan ramai. Ketakutan : merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. 
a. Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup; Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap; Sebab Seseorang Merasa b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka; Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit; Ketakutan. c. Gamang : takut berada di tempat ketinggian; Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan. gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang KEKALUTAN MENTAL bersangkutan bertingkah kurang wajar. Gejala-gejala permulaan seseorang mengalami kekalutan mental : a. Nampak pada jasmani : merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung b. Nampak pada kejiwaan : rasa cemas, ketakutan patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. 
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental : 
 a. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna; b. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi; c. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial. Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan adalah : a. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan Si Penderita baik jasmi maupun rohani; b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif; c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown). Proses-proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah : a. Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup; b. Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.

 2. BENTUK-BENTUK FRUSTASI

 1. Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali; Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya 
2. Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan; Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain 
3. Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama; Autisme : gejala menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri. 
4. Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain; 

 Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti : 
 1. Kota-kota besar ; Orang yang tidak beragama ; Wanita . 
2. Anak-anak muda usia ; Orang-orang yang terlalu mengejar materi 

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia penderitaan dan  hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh PERJUANGAN pesimis yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar.Kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan penderitaan, media massa manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan dan seniman peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. 
I. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia : Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga; PENDERITAAN DAN SEBAB- SEBABNYA Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak; Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama; Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun. 
 II. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan; Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan ini; Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
 

Bab 6 Ilmu Budaya Dasar (MANUSIA DAN KEADILAN)

Manusia dan Keadilan

Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernah mengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuan yg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendala nya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.

Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi, karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Dan dengan cara itulah yang dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.

  Arti dari keadilan itu sendiri adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori nya, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang sangat besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai. “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan kewajibannya. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Adapun macam-macam keadilan sebagai berikut :
1.  Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya.Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (the man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat.
Dan Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak keserasian.

2. Keadilan Distributif
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally). 

3. Kadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
4. Kejujuran 
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Sikap jujur itu perlu di pelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Pada hakekatnya jujur atau kejujuran di landasi oleh kesadaran moral yang tinggi kesadaran pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal yang baik dan buruk.

Kejujuran besangkut erat dengan masalah hati nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya budi nurani dan filsafat berfikir, yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupan kebenaran illahi (M.Alamsyah,1986 :83). Nurani yang di perkembangkan dapat jadi budi nurani yang merupakan wadah yang menyimpan keyakinan. Kejujuran ataupun ketulusan dapat di tingkatkan menjadi sebuah keyakinan atas diri keyakinannya maka seseorang di ketahui kepribadianya.

Dan hati nurani bertindak sesuai dengan norma-norma kebenaran akan menjadikan manusianya memiliki kejujuran, ia akan menjadi manusia jujur. Sebaliknya orang yang secara terus-menerus berfikir atau bertindak bertentangan dengan hati nuraninya akan selalu mengalami konfik batin, ia akan selalu mengalami ketegangan, dan sifatnya kepribadiannya yang semestinya tunggal menjadi pecah. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap yang perlu di pupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang di perbolehkan berkata tidak jujur apabila sampai batas-batas yang di tentukan.

Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik meskipuntidak serupa benar. Kecurangan adalah apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani nya atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan tanpa adanya usaha. Yang dimaksud dengan keuntungan adalah keuntungan yang berupa materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan atau kenikmatan, meskipun orang lain menderita karena nya. Kecurangan juga menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasa nya tidak senang bila ada orang yang melebihi kekayaannya, padahal agama apapun tidak membenarkan orang yang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain dan lebih lagi mengumpulkan harta dengan jalan yang curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak akan di ridhoi oleh allah dan akan mendapatkan dosa yang setimpal.

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang atau tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada peribahasa yang berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kamu laksanakan apa yang kamu anggap tidak baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga juga.

 Penjagaan nama baik sangat erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah dari tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.


OPINI : Setiap manusia harus adil satu dengan yang lainnya jangan hanya memikirkan egoisnya sendiri. kita diwajibkan untuk saling membantu dan adil. Keadilan sangat di perlukan dan dibutuhkan namun keadilan sekarang tidak berlaku lagi karena siapa yang kuat itu yang menang. Keadilan cuma hanya formalitas yang ada di negara kita buktinya keadilan itu sendiri bisa di beli, rakyat yang kecil selalu di tindas dengan rasa tidak keadilan. Dimana letak dari keadilan itu kalau pemerintah sendiri tidak pernah adil. Seharusnya mereka yang jadi pemimpin bangsa harus adil jangan hanya pandang bulu. Rakyat kecil mengharapkan sebuah keadilan dari negara. Siapa yang salah harus dihukum dan yang benar harus dibebaskan. Keadilan juga harus lebih di tegakkan jangan cuma karena di beri duit jadi keadilan yang sesungguhnya tidak seperti kenyataannya. Keadilan sangat diharapkan dan perlu penegasan dalam melakukannya.

Sumber :
http://abra139210.wordpress.com//2011/03/20/manusia-dan-keadilan/
http://efrin4mzil.blogspot.com/2009/03/manusia-dan-keadilan.html

Senin, 26 Maret 2012

Manusia dan Keindahan

1. Surrealisme

Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali.



2. Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Sal

3. Abstraksionisme

Adalah usaha untuk mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. Abstraksi berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya.

Kamis, 01 Maret 2012

Macam-Macam Cinta

Macam-macam cinta :

1. Cinta kepada Tuhan (Agape)

Jika Cinta diartikan sebagai sebuah perasaan taat dan beriman kepada sang pencipta itu sangatlah berbeda dengan semua arti cinta yang ada didunia. Karena cinta kepada sang pencipta adalah tingkatan cinta yang paling tinggi, jika semua perasaan cinta didasarkan kepada kecintaan terhadap sang pencipta yaitu ALLAH SWT insyaallah semua cinta yang kita miliki akan mendapatkan keridhoan-nya dan akan mendapatkan kebahagiaan didunia maupun diakhirat kelak.

 2. Cinta Kepada Kedua Orang Tua (Philia)

Lain halnya jika cinta diartikan atau ditujukan kepada kedua orang tua yang telah mengasuh kita dari kecil hingga menjadi orang yang sukses. Mungkin jika dalam tingkatan cinta, cinta kepada kedua orang tualah yang memiliki tingkat kedua setelah cinta kepada Tuhan dan para Utusan Serta kitab-kitab yang diturunkanya.
Ibu yang telah berjuang mengandung selama 9 bulan dan melahirkan kita sampai mengurus kita dari makan samapai tidurnya. Dan ayah yang telah berjuang menghidupi keluarga dan menyekolahkan kita hingga sampai kita sukses itu adalah perjuangan yang membutuhkan pengorbanan yang sangat besar, mungkinkah kita sebagai anaknya pantas melawan kedua orang tua kita yang telah memperjuangkan hidup kita. Yang pantas kita lakukan adalah mencintai mereka dengan sepenuh hati dan membuatnya bahagia. Dalam ajaran islam Nabi mengatakan cintailah kedua orang tuamu yaitu ibu,ibu,ibu dan ayah. Kenapa ibu disebutkan sebanyak tiga kali, karena ibulah yang banyak berkorban demi kita, bayangkan ibu dalam melahirkan kita dia mempertaruhkan nyawanya demi anak yang akan dilahirkannya tepi apakah seorang ibu menuntut untuk dibalas kepada anaknya, yang ada malah ibu menyayangi kita dengan sepenuh hatinya. Yang terakhir baru ayah, walaupun ayah dikatakan hanya satu kali seorang ayah adalah orang yang paling berjasa dalam keluarga karena dialah yang menghidupi kita. Jadi cintailah kedua orang tua sebelum mencintai orang lain (kekasih).

3. Cinta kepada seorang kekasih(Amor/Eros)

Lain halnya jika berbicara tentang cinta kepada sang kekasih. Dalam hal ini jika berbicara tentang cinta pasti kebanyakan orang berpikir kearah cinta yang seperti ini. Cinta kepada seorang kekasih sebenarnya adalah cinta tingkatan yang paling bawah, kenapa dikatakan seperti itu karena menurut saya cinta kepada seorang kekasih haruslah disandarkan atas cinta kepa Tuhan dan orang tua.
Bagaimana akan menyayangi seorang kekasih jika tidak cinta kepada sang pencipta dan kedua orang tua. Kecuali orang yang telah diperbudak oleh cinta. Cintailah kekasih sewajarnya dan pada batas normal. Cinta yang sejati jka cinta itu disandarkan atas kecintaan kita kepada sang maha pencipta dan bukan karena napsu. Sebenarnya makna cinta sangatlah luas, karena itu tergantung pada orang yang memaknai cinta itu sendiri dan kembali lagi pada diri kita sendiri.

Studi Kasus - Bangunan Hasil Akulturasi

 Akulturasi adalah perpaduan antara dua kebudayaan atau lebih, sehingga melahirkan bentuk kebudayaan baru tetapi unsur-unsur penting dari masing-masing kebudayaan (baik kebudayaan lama maupun kebudayaan baru) masih terlihat.
Bangunan yang dapat dijadikan contoh akulturasi adalah bangunan masjid.


diberbagai daerah di indonesia, bangunan masjid mempunyai berbagai bentuk arsitektur sesuai dengan pengaruh budaya yang ada. bangunan masjid tersebut merupakan perpaduan kebudayaan lokal hindu-budha dan islam. sebagai hasil akulturasi, bangunan masjid selain menjadi tempat beribadah juga mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan sosial, politik dan pendidikan islam khususnya penyebaran agama pada masa awal pengaruh islam. pada gambar diatas, itu merupakan bangunan masjid demak. pada masjid tersebut, akulturasi kebudayaan nya terletak pada atap nya yaitu pundun berundak , yang merupakan budaya hindu-budha.

Menganalisa Tipe Kepribadian Seseorang

Menganalisa tipe kepribadian masing-masing berdasarkan tipologi menurut  Claudius Galenus.
#TIPOLOGI MANUSIA
                Tipologi ( typology ) adalah pengetahuan yang mencoba menggolong – golongkan manusia atas dasar kepribadian.
Seorang pemikir yunani kuno dan murid Hypocrates ( ahli kedokteran ) yang bernama Claudius Galenus ( 129-200 ) mengadakan tipologi berdasarkan temperemen, yaitu atas dasar cairan – cairan yang terdapat dalam tubuh. Claudius menyebut ada empat tipe manusia,yaitu ;
1.       Tipe Sanguinikus
Orang – orang yang bertipe ini merupakan oarang – orang yang memiliki darah ( sangai ) yang banyak dalam tubuhnya. Perasaan dasar ( stemming dasar ) orang demikian adalah riang dan optimis. Hal -  hal positif pada mereka antara lain adalah percaya kepada  diri sendiri, tidak takut menghadapi masa depan,mudah menyesuaikan diri, gerak dan bicaranya banyak, dan mudah mengambil prakarsa.
Sedangkan yang negatif, antara lain sifatnya mendatar, perasaannya tidak stabil, kurang konsekuen, hidupnya kurang teratur, dan reaksinya tidak dipikirkan dalam – dalam. Yang cocok sebagai pertnernya adalah tipe flegmatis.
2.       Tipe Melankholikus
Orang yang mempunyai tipe ini memiliki banyak empedu hitam ( melankhole ) dalam tubuhnya. Perasaan dasarnya adalah sedih sehingga keadaanya kebalikan dari tipe sanguinikus. Segi negatifnya adalah mereka selalu ketakutan, perasaannya selalu mudah tersentuh, sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dan sikapnya kurang bergairah. Segi positifnya adalah berhati – hati dalam tindakannya, konsekuen, mudah menepati janji, dan stabil jiwanya.
3.       Tipe Kholerikus
Orang yang bertipe ini dalam tubuhnya banyak terdapat empedu kuning ( kholert ), dengan perasaan dasarnya selalu merasa kurang puas. Segi  negatifnya jauh lebih banyak di bandingkan dengan positifnya, antara lain selalu gelisah, lekas eksplosif, mudah emosional, mau menang sendiri, objektivitasnya kurang, kurang punya reserve atas perasaan sendiri, kurang rasional, dan mudah tersinggung. Segi positifnya perasaannya hebat dan kuat, kesukaran diatasi dengan energi yang berlebihan dan banyak prakarsa dalam usahanya.


4.       Tipe Flegmatikus
Orang yang mempunyai tipe ini dalam tubuhnya terdapat banyak lendir ( flegma ) dengan perasaan dasarnya tenang, netral, dan tidak ada warna perasaanya yang jelas. Segi positifnya, antara lain tidak banyak ketegangan perasaan, mudah merasa memiliki harapan – harapan yang hebat, tidak emosional, tidak mudah terharu, tidak mudah panik, bersikap tertib dan teratur, dan mudah mengampuni. Segi negatifnya, perasaannya tidak begitu kuat (peka), dingin hati, penyesuaian terhadap lingkungan selalu terlambat, peranannya reaktif atau pasif, menjemukan, dan bersikap agak konservatif.
Dalam praktiknya, susah mencari tipe yang seratus persen tepat untuk seseorang karena pada umumnya manusia memiliki tipe campuran. Namun dari tipenya yang dominan, seseorang dapat di bedakan dari orang lain.


sumber: google.com

Minggu, 26 Februari 2012

hari pertama di semester kedua

27 Februari 2012,
Hari pertama kuliah di semester 2, diawali dengan perjumpaan temanteman satu kelas (1TB02) yang di dominasi dengan pertanyaan jumlah IP yang di dapat. sebagian masih ada yang belum melihat IP dikarenakan studentsite mereka yang tidak bisa dibuka. Wajah wajah sedih dan senang karena IP cukup terlihat di setiap wajah mereka. Namun, bagi saya IP tidak bisa membeda-bedakan teman untuk bergaul. Bagi saya, IP menjadi pacuan untuk belajar lebih baik dari sebelumnya. Ga terasa udah 6 bulan lebih kuliah di Gunadarma jurusan Teknik Arsitektur (1TB02), sifat-sifat asli dari temen-temen juga udah mulai terlihat..ada yang bener-bener baik, ada yang ga baik-baik banget ternyata. Masa bodo lah, yang penting gua disini mau kuliah, nyari nilai bagus buat masa depan. Sekian~

Rabu, 18 Januari 2012

Tugas Besar Estetika Bentuk 1

Membuat re-desain tugu kopasus...

Tugu yang mula nya seperti in



Di desain ulang dengan desain yang baru...

Saya membuat desain seperti ini.
Desain ini mengambil tema : KESATUAN
Desain tugu yang saya buat memiliki ukuran 35 m x 45 m.
Dalam desain tugu tersebut, terdapat beberapa makna, meliputi:
1. Ketebalan lingkaran dasar tugu berukuran 15 cm, yang sama dengan tanggal HUT TNI-AD (KOPASUS)
2. Ketinggian tugu yang setinggi 12 m, yang juga merupakan bulan HUT TNI-AD (KOPASUS)
3. Jari-jari lingkaran dasar tugu yang berukuran 7,3 m..yang jika dihitung kelilingnya samadengan 46 m, yang merupakan tahun lahirnya TNI-AD (KOPASUS)
4. Terdapat bentukan yang menyerupai negara Indonesia pada llingkaran dasar tugu, yang artinya pasukan TNI-AD (KOPASUS) melindungi segenap tanah air Indonesia.
5. Terdapat 4 buah simbol yang berada di bagian puncak  masing-masing tiang tugu yang dapat berputar 360 derajat dengan tujuan agar dapat dilihat dari segala arah oleh orang-orang. 4 buah simbol tersebut melambangkan bahwa KOPASUS memilikii 4 buah batalyon yang berada di dalam komplek KOPASUS tersebut.